gendongan ato stroller yaa?

Mama lagi galau…*lebay*

Maret nanti rencananya mau berlibur ke Bali trus April ke Bandung…kyknya dah butuh carrier baru nih buat Nathan…tapi bingung, antara gendongan (setelah semedi dan browsing sana sini jd mantep pengen punya ERGO) atau stroller (yg ringkes, ringan, bs dilipet dan masuk cabin).

Semua ada plus minus-nya…

ERGO:

Mahal…mahal…mahal….*ada KW-nya ga siiiih? Yg made in China gituuuuu*, tp katanya sih nyaman bgt, berat baby terbagi sempurna ke pundak, punggung dan pinggang…lagian klo baca sharing para Mamas yg dah pake ERGO, semuanya puas…O iya, bisa gendong samping pula, jd si baby ga tll ngangkang…tp anyway, tetep aja kudu nge-gendong dan siap2 capeee…

STROLLER:

Well, Nathan dah punya stroller sebenernya, yg nyaman, paddingnya tebel jdnya empuk…Tapiiiii, ga ringkes buat dibawa travelling…ga bs masuk cabin :(

Klo kudu beli stroller baru, artinya punya 2 stroller *pemborosan*…tp enaknya ga perlu gendong2…

Bingung…

Anyway, barusan minjem gendongan ERGO jualannya Edieth dan Klara…mau trial ke Nathan…klo Nathan suka, ya suw, beli ERGO aja…tp klo Nathan ga suka, mungkin mulai melirik stroller…We’ll see…

nathan and santa

Last weekend, Nathan accompanied by Papah and Mamah went to Total Christmas Celebration at Le Batakan…Nathan met Santa…and he hated Santa…hahaha…

Nathan barely had smile on his face during the celebration (at kids area)…and when Santa already away, Nathan put his big smile all over! :)

He went running and running (previously, he just wanted Mamah to carry him…).

Anyway, no cry…that’s a good thing! Afraid of Santa, yes, but no tears…good boy! Mamah so proud of you… :)

Owwh, thanks to Uncles and Aunties who really care for Nathan…hehehe…Nathan got not only 1 goody bag and 1 cup of ice cream…He got 3 goody bags and 3 cups of ice cream…hohoho!!!

late talker

Hmm…Mama ngga mau men-judge Nathan late talker karena buat Mama, soon, Nathan akan ngomong…just wait and keep stimulate him…

Membaca blog-nya Mama Ilyasa jadi makin tenang…

Semoga Nathan cepet ngomong…karena Mama termasuk penganut “it’s OK for a baby to watch TV…TV will not make Nathan late in talking…it’s just a milestone…”

Jadwal Imunisasi

Jadwal Imunisasi IDAI 2008

Hadeeehhh…pusing deeehhhh!!!

Baru ngeh *setelah join member Ayah Bunda* klo jadwal imunisasi berubah lagi…Selama ini jadwal imunisasi Nathan selalu refer ke jadwal IDAI tahun 2008, ternyata udah ada yg update di thn 2010…

Nathan ketinggalan Varisela sama MMR…Udah aware sih soal MMR, tp krn timingnya ga pas melulu, belum jadi2 jg…Terakhir malah bnyk yg nganjurin nunggu Nathan bs ngomong dl bari di-imunisasi *jd bikin ragu2*

Klo Varisela, di jadwal 2008, harusnya diberikan pada saat anak 5 tahun…sementara di jadwal 2010, bs diberikan dr umur 12 bln…*jauh amaaattttt*

Anyway, mari kita kejar ketinggalan imunisasi ini…

Nathaaaaannn…ngobrol yuuukkkss!

Mengingat Mama Nathan yg bawel nian, rasanya kok janggal ya krn sampe sekarang Nathan belum juga ngomong (Nathan hari ini18m8d)…huhuhu…too much Baby TV for sure! Tapi juga, tampaknya Mama, Papa dan Mbak Atun kurang menstimulasi Nathan juga untuk mulai ngomong…Secara Mama sempet berpikir, “Tar juga bisa…ga usah banding2in ama anak orang deh! Nathan skr masih seneng eksplore…”

Well, tidak perlu melihat ke belakang, deep down Mama tau kalau soon Nathan akan lancar ngomong, tapiiiii stimulasi ya harus dilakukan doooongg…Intinya, harus dilakukan tanpa beban dan dalam suasana super FUN! :)

Dari hasil browsing ke sana ke mari *what can I do without internet…*, berikut adalah cara2 yg bs dilakukan: (maafkan, link-nya kok ilang…)

I. Berbicaralah kepada bayi / anak sebanyak mungkin dan sesering mungkin, dengan penuh kasih sayang, walaupun ia belum bisa menjawab.

1. Bertanya pada bayi / anak. Contoh : Adik haus, ya ? Anto lapar, ya ?. Elta mau susu, lagi ? Ini gambar apa ? Ini boneka apa ? Ini warnanya apa ? Ini namanya siapa ?

2. Komentar terhadap perasaan bayi / anak . Contoh : Kasihan, adik rewel kepanasan, ya ?. Nah sekarang dikipasin ya ? Ooo, kasihan, adik rewel gatal digigit nyamuk, ya ? Jatuh ya ? Sakit , ya ? Sini di obatin !

3. Menyatakan perasaan ibu / ayah . Contoh : Aduh, mama kangen banget deh sama adik. Tadi mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh , mama sayang deh sama adik.

4. Komentar keadaan bayi / anak.. Contoh : Aduh pipi Ade tembem ! Wow, Rama matanya besar banget ! Wah, kepala Gardi botak ! Ai, ai, Elta buang air besar lagi !

5. Komentar perilaku bayi / anak Contoh : Wah, Rini sudah bisa duduk! Eeee, Tono sudah bisa berdiri ? Ai, ai, Ari sudah bisa duduk ! Wah, adik sudah bisa jalan !

6. Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi / anak : Contoh : Lihat nih. Ini namanya bantal. Warnanya merah muda, ada gambar Winnie the Pooh. Adik tahu nggak Winni the Pooh ? belum tahu ? Winni The Pooh itu beruang yang lucu dan cerdik. Nanti kalau sudah gede pasti tahu deh. Yang ini namanya boneka Teletubies. Warnanya merah. Yang ini warnanya hijau, yang itu ungu. Nih, coba di peluk.

7. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi / anak
Contoh : Adik dimandiin dulu, ya ? Pakai air hangat, pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang, biar kulitnya bagus sepeti bintang film. Sekarang dihandukin biar kering, tidak kedinginan. Sudaaaaah selesai. Sekarang pakai pampers, pakai baju, dibedakin dulu, biar kulitnya halus, wangi.. Nah, selesai. Enak, kan ? Asyik, kan ? Habis ini minum ASI terus tidur, ya ? Mama mau masak, ya ?

8. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan ibu : Contoh : Mama sekarang mau bikin susu buat adik sebentar , ya ? Nih, susunyal 3 takar , ditambah air 90 cc, terus dikocok-kocok. Kepanasan nggak ? Enggak kok. Nah, siap deh.

II. Dengarkan suara bayi / anak, berikan jawaban atau pujian

Ketika bayi / anak bersuara atau berbicara (walaupun tidak jelas), segera kita menoleh dan memandang ke arah bayi dan mendengarkan suara bayi / anak seolah-olah kita mengerti maksudnya.
Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban atau pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban kita. Contoh : Ta-ta-ta-ta ? Ma-ma-ma-ma ? Kenapa, sayang ? Minta susu ? Mau poop ?

III. Bermain sambil berbicara

Ciluk – ba. Ibu mengucapkan ciluuuuuukk (muka ditutup bantal) beberapa detik kemudian bantal ditarik kesamping sambil ibu mengucapkan : baaaaaa !!.
Kapal terbang. Nih ada kapal terbang sedang terbang. Ngngngngngng. Ada musuh, kapal terbangnya menembak musuh … dor .. dor .. dor. Kapal terbangnya turun ke muka bayi terus keperutnya.
Boneka, dimainkan seolah-olah ia berbicara kepada bayi / anak
Menyebutkan nama mainan, nama makanan, anggota badan (tangan, kaki, jari-jari, mulut, mata, telinga, hidung dll.)

IV. Bernyanyi sambil bermain

Pok-ambai-ambai, belalang kupu-kupu, tepok biar ramai, pagi-pagi minum …. cucu. Cecak-cecak didinding, diam-diam merayap, datang seekor lalat, …..hap ! lalu ditangkap. Dua mata saya, hidung saya satu, (sambil menunjuk ke mata, hidung dst.)
Putarkan kaset lagu anak-anak, ikut bernyanyi, sambil tepuk tangan, goyang kepala dll.

V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar

Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada dalam cerita (binatang, benda-benda, manusia). Tanyakan kembali apa nama benda tersebut, apa gunanya, siapa nama tokohTunjukkan gambar-gambar di dalam majalah.

VI. Menonton TV bersama anak sambil menyebutkan nama-nama benda, tokoh atau kejadian yang terlihat di TV

Itu mobil, yang itu kapal, itu sepeda. Itu kucing, di sebelahnya ada tikus dan anjing. Kucing melompat, tikus lari, anjing duduk.

VII. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian (ke pertokoan, rumah keluarga dll), tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil menyebutkan dengan kata-kata berulang-ulang

Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu pohon ada bunganya, itu boneka pakai kacamata dll.

VIII. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya

Ajak bermain dengan anak lain (kakak, tetangga, sepupu) yang sudah lebih jelas berbicaranya, bermain bersama menggunakan boneka, kubus, balok, puzzle, Lego, gambar-gambar, buku bergambar dll.

PERHATIAN
• Jangan memaksa anak berbicara.
• Kalau bayi / anak bersuara (walaupun tidak jelas) berikan jawaban, seolah-olah kita mengerti ucapannya
• Pujilah segera kalau dia berbicara benar.
• Jangan menyalahkan anak kalau ia salah mengucapkannya
• Kalau anak sudah bosan sebaiknya beralih ke kegiatan lain

Disadur dari : “Dunia Anak

ngga profesional deeehhh…

Lagi bete berat…

Td pagi dah bangun extra pagi buat ngantri mau ktm dsog langganan di sebuah RS di Balikpapan…Nyampe RS, dapet nomer antrian 19 utk di poli kandungan…Lgs menuju poli buat cek tensi dan nimbang body…Pesen sama perawatnya klo bakal dateng pas break lunch sekitar jam stgh 2-an…Di-iya-in sama perawatnya…

Nyampelah di poli jam stgh 2…poli masih tutup…ga lama Dr. Bisma muncul dan lgs masuk ke ruangannya (lewat pintu privat)…ampe jam 2, poli ga kunjung buka…jam 2.15 akhirnya nanya ke bagian pendaftaran “Apa yg tjd sampe jam segini poli-nya blm buka padahal dokternya dah dtg?” dan dapet jawaban “Biasanya klo poli kandungan itu pasiennya banyak bgt, jd kadang pagi itu baru istirahat di atas jam 1, bukan jam 12 kyk yg lain…makanya sampe skr blm balik perawatnya…”

Speechless…

Lah trus, apa gunanya dong petunjuk di depan poli yg bilang jam bukanya dr jam 09.00 – 12.00 dan 13.30 – 16.00??

Apa gunanya gw woro2 ke perawat soal dtg lg jam stgh 2 dan di-iya-in…

Hadeeeehhh…emangnya semua pasien yg ke poli kandungan itu Ibu Rumah Tangga yg bisa dan rela nunggu dengan sabar??? Kan ada jg kaleee Working Mom yg cm punya limited time…

Payah deeehhh…sangat ngga profesional!

Kesel kesel kesel…Udah td pagi berangkat dr rumah Nathan blm bangun, siang ga bs pulang nyusuin Nathan…dan end up with nothing!!!  mau marah deeeehhh….

rencana menambah penduduk bumi

Salah satu yg menjadi target tahun ini adalah menambah penduduk bumi…alias, nambah adik buat Nathan…Pengennya sih di Q1 ini udah lepas IUD, tapiiiiiii….tampaknya hal itu harus menunggu…

Well, looks like Nathan masih belum siap utk perubahan…atau Mamanya…entahlah…

Lately, Nathan amat sangat lengket sama Mama…Mama seneng bgt…tp on the other hand, Mama takut bgt klo Nathan ngerasa kurang disayang klo nanti dedenya hadir…

Nathan seneng bgt becandaan sama Mama…well, becandaan di sini maksudnya adalah secara fisik yaa, soalnya sampai pada saat Mama nulis blog ini, Nathan blm jg bs ngomong (baca: mengeluarkan kata2 yg bermakna alias dimengerti…bawel sih jgn ditanya, tp hanya Nathan yg tau artinya :) ).

Nathan suka ngelempar badannya ke Mama (dalam arti sebenarnya)…suka enjot2an di perut or punggung Mamanya…sakit?? Jangan ditanya…Yg jelas, sampai saat ini, Mama msh mengalami “mens yg ga brenti2″…dah 2 mgg tetep aja ada flek…Mama dan Papa berpikir, ini ada hubungannya sama Nathan yg suka tindih2 Mama di bagian perut…Wadoooohhh, jgn2 IUD dah nge-geser…

Hmm, ga kebayang deh gmn caranya ngehindar dr Nathan niban2 Mama klo ternyata Mama dikasih kepercayaan sama Yang Di Atas utk hamil lagi…Nathan bakal super agresif pastinya, dan Mama pasti jadi ngga tega…huhuhu…

So, we (Papa & Mama) decided to postpone the planning…liat kondisi Nathan dulu deh…klo udah ga tll agresif niban2 Mama, baru deh lanjutkan planningnya…Mari kita mundurkan ke Q2. Tapi, ngga ada salahnya utk mulai konsultasi sama Dr. Bisma, kapan saat yg tepat utk lepas IUD, tes2 yg perlu diambil (cek darah, TORCH, vaksin, etc…).

Pengennya sih cepet2 cuti maternity ;D *males kerja*

ode to our FERI Octorina

Dear FERI Octorina…

Terima kasih karena sudah menemani hari2 kami selama 5 tahunan…

Time flies…and now it’s time for us to let you go!

Hopefully, ur new familly will love you as much as our love for you…

FERI Octorina was and always be part of our family…

A Honda Civic Ferio 1996 1600 cc KT 1644 AI :)

It was the 1st Marina & Andre fruit of love…hihihiii…alias, belinya patungan sebelum menikah :)

Mobil yang membawa Nathan pulang dari rumah sakit (setelah Nathan lahir ke dunia)…

Mobil yang mengisi hari2 kami (baca: kendaraan operasional) sebelum adiknya hadir (baca: Chevrolet Captiva 2009 2400 cc KT 1950 K a.k.a Cecep).

Well, selamat jalan FERI Octorina…

We love you…we always will…

Nathan 1.5 years old tod!

Hari ini, anakku Nathan yg dah bukan bebe lagi ulang bulan ke 18…yes, he’s 1.5 years now…Udah big boy deh! :)

Rekap dulu ahhh, Nathan dah bisa apa aja yaa ???

1. Dah bisa lari kenceng, tp msh suka lupa ngerem…hue hehehe…

2. Makannya banyak, minum susu juga bagus, nenen jg masih walaupun ga sesering dulu…

3. Dah gain his weight banget (td malem ditimbang dah 11.8 kg…yeiiiyyy!!)

4. Dah mulai seneng klo diajak ngider2 komplek naik sepeda roda 3-nya :)

5. Masih blm sosial banget deh….klo ketemu temen2nya mah cuek…kadang malah (terutama klo lg konsen nonton Baby TV), Mama or Papanya manggil suka pura2 ga denger…hiks!

6. Tenaganya manteeeppp!!! Abis deh Mama ditiban sama si gempal ini!…klo belum cape ngga bakal mau naik tempat tidur…lari2 dulu, naik tangga dulu, nyumput dulu, loncat2 dulu, main2 ambil barang sambil jinjit sama Papah dulu, dll…pokoknya ritualnya banyak deh! :)

7. Masih blm ngomong…huhuhuuu…kapan yaa Nathan bs ngomong…*Mama mulai khawatir*…sampai skr masih babling2 aja…Ooohh…wuiii wuiii wuiii…Mmmhh….(cuma Nathan yg tau artinya!)

8. Makin iseng…hahaha…banyak bgt tingkahnya yg bikin geleng2 kepala…

Sehat terus ya, Nak…Mama Papa love you…

weaning part-2

Udah semingguan ini, Nathan mulai berkurang frekuensi menyusunya…

Siang hari, ga selalu dia minta nenen…kadang cuma minta ditemenin main aja…

Malem, sebelum bobo sih masih wajib nenen…tp setelah itu cuma minta nenen 1x lagi aja (biasanya mid night, jam 12 or jam 1 dini hari)…dan bablas tidur sampai pagi…

Hmm, tampaknya Nathan mulai wean himself…

Mama kudu menguatkan hati…Nathan dah big boy! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.